Otitis Media Supuratif Kronik ( OMSK )


12 Agustus 2018 | Bagikan

videomax package

BY: Nurmiyati

Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks. Telinga dibagi atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis pada telinga tengah dengan perforasi membran tympani dan sekret keluar dari telinga terus menerus atau hilang timbul, sekret dapat encer atau kental, bening atau berupa nanah. Jenis otitis media supuratif kronis dapat terbagi dua jenis, yaitu OMSK tipe benigna dan OMSK tipe maligna.

Otitis media kronis merupakan penyakit THT yang paling banyak di negara sedang berkembang. Di negara maju seperti Inggris sekitar 0, 9% dan di Israel hanya 0, 0039%. Menurut survei yang dilakukan pada 7 propinsi di Indonesia pada tahun 1996 ditemukan insidens Otitis Media Supuratif Kronik (atau yang oleh awam sebagai “congek”) sebesar 3% dari penduduk Indonesia. Dengan kata lain dari 220 juta penduduk Indonesia diperkirakan terdapat 6, 6 juta penderita OMSK.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan otitis media akut menjadi otitis media kronis yaitu terapi yang terlambat diberikan, terapi tidak adekuat, virulensi kuman yang tinggi, daya tahan tubuh yang rendah misalnya pada keadaan gizi buruk atau hygiene buruk.3 Gejala otitis media supuratif kronis antara lain otorrhoe yang bersifat purulen atau mokoid, terjadi gangguan pendengaran, otalgia, tinitus,rasa penuh di telinga dan vertigo.

OMSK terjadi hampir selalu dimulai dengan otitis media berulang pada anak, jarang dimulai setelah dewasa. Faktor infeksi biasanya berasal dari nasofaring (adenoiditis, tonsilitis, rinitis, sinusitis), mencapai telinga tengah melalui tuba Eustachius. Fungsi tuba Eustachius yang abnormal merupakan faktor predisposisi yang dijumpai pada anak dengan cleft palate dan Down’s syndrome. Adanya tuba patulous, menyebabkan refluks isi nasofaring yang merupakan faktor insiden OMSK yang tinggi di Amerika Serikat.

Kelainan humoral (seperti hipogammaglobulinemia) dan cell-mediated (seperti infeksi HIV, sindrom kemalasan leukosit) dapat manifest sebagai sekresi telingakronis.
Penyebab OMSK antara lain.

  1. Lingkungan
  2. Genetik
  3. Otitis media sebelumnya.
  4. Infeksi saluran nafas atas
  5.  Autoimun
  6.  Alergi
  7. Gangguan fungsi tuba eustachius.

 

Otitis media supuratif kronis mempunyai potensi untuk menjadi serius karena komplikasinya yang sangat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan kematian. Tendensi otitis media mendapat komplikasi tergantung pada kelainan patologik yang menyebabkan otore. Pemberian antibiotika telah menurunkan insiden komplikasi. Walaupun demikian organisme yang resisten dan kurang efektifnya pengobatan, akan menimbulkan komplikasi. Biasanya komplikasi didapatkan pada pasien OMSK tipe maligna, tetapi suatu otitis media akut atau suatu eksaserbasi akut oleh kuman yang virulen pada OMSK tipe benigna pun dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi intra kranial yang serius lebih sering terlihat pada eksaserbasi akut dari OMSK yang berhubungan dengan kolesteatom.

Prognosis dengan pengobatan lokal adalah otorea dapat mengering. Tetapi sisa perforasi sentral yang berkepanjangan memudahkan infeksi dari nasofaring atau bakteri dari meatus eksterna khususnya terbawa oleh air, sehingga penutupan membrana timpani disarankan.

Prognosis kolesteatom yang tidak diobati akan berkembang menjadi meningitis, abses otak, paresis fasialis atau labirinitis supuratif yang semuanya fatal. Sehingga OMSK tipe maligna harus diobati secara aktif sampai proses erosi tulang berhenti.

Prognosis pada penyakit OMSK tergantung pada cepat lambatnya pengobatan. Semakin cepat penanganan, maka prognosis pasien lebih baik. Pada pasien OMSK yang terlambat mendapat penanganan akan memiliki prognosis yang lebih buruk, karena akan memperbesar resiko timbulnya komplikasi.