Berita

Momen hari HKN tahun 2015


Robi Kurniawan | 23 Februari 2017

Momen hari HKN tahun 2015 mungkin berbeda dengan peringatan HKN di tahun - tahun sebelumnya, HKN tahun ini akan menjadi sejarah Salah satu dari 2 program unggulan Bapak Gubernur yang beliau ikrarkan diawal-awal pemerintahannya memegang nakoda Sulawesi Selatan. "Program Kesehatan Gratis bergabung dengan JKN"

"Program Kesehatan Gratis" akan berintegrasi ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hari itu dihadapan Bapak Gubernur seluruh Bupati/Walikota akan menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan seluruh Kepala Cabang BPJS Kabupaten / Kota di Sulawesi Selatan dalam suatu Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional yang berlangsung di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk kita ketahui bahwa amanah Undang Undang untuk mengharuskan seluruh Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di seluruh Republik ini agar bergabung dengan JKN paling lambat di tahun 2016 dan program kesehatan gratis akan bergabung lebih awal di tahun 2015, Sulsel selalu selangkah lebih majudan sebagai putra daerah saya selalu bangga karenanya.

Perjalanan Program Kesehatan Gratis yang sudah memasuki angka 7 tahun 5 bulan dimasa pemerintahan SYL dan sampai saat ini telah dan masih dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan yang sebenarnya banyak pihak yang menyanksikan keberlansungannya dengan membanding - bandingkan daerah lain di tanah air ini yang kolaps alias terhenti di tengah jalan akibat jebolnya anggaran APBD, utang pemda yang menumpuk dan lain-lain sebagai akibat dari program membebaskan masyarakatnya dari biaya kesehatan. Ternyata tidak terbukti justru terus berbenah kearah yang lebih baik termasuk Meng Integrasikan kedalam Program Nasional ini yang bernama JKN.

7 tahun silam tepatnya Juli 2008, program ini saya pernah menamainya sebagai "Program Hati Nurani" tercipta dengan nama yang sangat sederhana tampa embel-embel dan membingungkan masyarakat "Kesehatan Gratis", sebuah kata yang tidak lebih dari 15 huruf telah menjadi pelita masyarakat Sulawesi Selatan hingga saat ini.Program yang menggambarkan padunya kebersamaan, komitmen dan konsistensi seorang Gubernur dengan para Bupati/Walikota di didaerahnya untuk melindungi masyarakat dari kesakitan dan kematian hanya karena ketidak berdayaan ekonomi. Sementara selama ini kita banyak di suguhi tontonan kepala daerah yang sdh bercerai yang berimbas kepada rakyat yang dipimpinnya.

Kenapa kita harus Ber Integrasi ke JKN ?

Beberapa alasan kenapa kita harus berintegrasi ke JKN diantaranya sebagai berikut;(1) Kepesertaan berlaku secara Nasional (Portabilitas), dimanapun di tanah air ini masyarakat kita dapat berobat kalau mengalami kesakitan sementara Kesehatan Gratis hanya berlaku di Sulsel;(2) Manfaat Pelayanan Kesehatan bersifat lebih komprehensif tidak ada batasan pelayanan;(3) Sistem Rujukan berlaku secara Nasional, rujukan pasien ke seluruh rumah sakit yang ada di tanah air ini sementara Kes Gratis hanya sebatas di Sulawesi Selatan; (4) Biaya Kesehatan dpt dikendalikan karena tindakan yg diberikan secara paket melalui software INA-CBGs dan system Kapitasi untuk Pelayanan di Puskesmas sehingga Kab/Kota tidak lagi harus menyiapkan anggaran tambahan (APBD-Perubahan) Akibat kekurangan biaya pelayanan kesehatan.(5) Ada kejelasan kepesertaan, yakni yang dijamin oleh Pemerintah Kab/Kota adalah orang miskin dan tidak mampu, sementara yang mampu membiayai dirinya sendiri dengan membayar iuran. (6) Cakupan kepesertaan dapat berkurang setiap tahun, karena sebahagian masyarakat akan beralih sebagai peserta BPJS Mandiri.(7). Peserta KIS seperti Anak terlantar, anak gelandangan, Panti Jompo, orang sakit jiwa , Napi yg miskin, dan anak yang baru lahir dari peserta PBI & KIS, secara otomatis di masukkan sebagai peserta PBI.

Ketika Program Kesehatan Gratis telah ber integrasi dengan JKN maka Pembiayaan ditanggung bersama secara nasional dan itu akan membuat biaya kesehatan menjadi murah, beban Pemerinta Daerah akan menjadi ringan, Selain itu sistem jaminan kesehatan sudah terbukti efektif menyehatkan penduduk sakit dan meningkatkan produktivitas warganya. Nantinya, manfaat yang akan didapatkan penduduk dari JKN ini akan jauh melebihi asuransi kesehatan komersil, Askes, atau Jamkesmas jaman dahulu. Aspek manfaat yang akan didapatkan bersifat komperhensif, termasuk perawatan kanker hingga cuci darah,serta berlangsung seumur hidup. JKN bisa menekan harga obat - obatan, pelayanan mediK, meningkatkan produktifitas pekerja dan kepastian kerja, serta menggerakkan sektor riil secara bertahap karena ada pengumpulan dana peserta.

Program kesehatan tidak berhenti setelah integrasi ini, program ini akan terus berjalan di Sulawesi Selatan dengan berbagai regulasi yang mengikatnya, komitmen pembiayaan 40 % dan 60 % antara provinsi dan Kabupaten / Kota tetap berjalan karena pemenuhan hak akan kesehatan adalah hak dasar yang mutlak menjadi tanggung jawab Pemerintah termasuk program Kesehatan Gratis ini mutlak menjadi hak penduduk Sulawesi Selatan. Hal yang berbeda adalah penduduk yang ditanggung di era Integrasi ini adalah penduduk Sulawesi Selatan yang berada pada kategori miskin dan tidak mampu dan belum tercover oleh jaminan kesehatan manapun. Selama datang Era integrasi semoga semakin mengokohkan Sulawesi Selatan sebagai Pilar pembangunan kesehatan di Indonesia timur Khususnya sektor kesehatan.