Berita

Kemenkes Nusantara Sehat


Robi Kurniawan | 23 Februari 2017

Tahun 2015 ini pemerintah meluncurkan lagi program yang diharapkan mampu memberikan penguatan terhadap pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat kita dan program ini di khususkan untuk daerah daerah yang terpencil di negara kita ini. Kementerian Kesehatan menyiapkan pengiriman 605 tenaga kesehatan sebagai kelanjutan program Nusantara sehat. Penempatan tenaga kesehatan berbasis tim di daerah terpencil itu untuk memperkuat layanan kesehatan primer serta mendorong upaya promosi kesehatan di masyarakat khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di daerah daerah terpencil.

Program Nusantara Sehat menjadi mekanisma yang efektif untuk memperkuat pelayanan primer terutama didaerah - daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan serta daerah yang bermasalah dengan kesehatannya. Secara statistik penduduk Indonesia yang sadar menjaga pentingnya kesehatan hanya 20 % itulah yang menjadi dasar pentinya pendekatan berbasis keluarga sebagai wadah utama pembentukan perilaku termasuk perilaku hidup bersih dan sehat. Inilah yang menjadi pedoman program Nusantara sehat, anggota tim bertugas menjalankan kegiatan promotif dan preventif dengan proaktif mendatangi masyarakat diluar Puskesmas. Target yang ingin dicapai pemerintah adalah 148 kabupaten terjangkau program Nusantara Sehat di tahun 2015 hingga tahun 2019. Daerah yang dipilih adalah daerah terpencil, perbatasan dan daerah kepulauan. Itu dinilai sesuai salah satu komitmen nawacita yakni membangun dari pinggiran. Anggota tim Nusantara sehat terdiri dari Dokter, Dokter Gigi, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Tenaga Ahli Laboratorium MediK, Tenaga Gizi dan Tenaga Kefarmasian. Hasil kajian badan penelitian dan pengembangan kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2012 tentang distribusi tenaga kesehatan. Kajian itu menghasilkan rekomendasi penempatan tenaga kesehatan lebih baik jika berbasis Tim.

Pemberangkatan Tim Nusantara sehat tahun ada dua gelombang mereka bertugas didaerah pinggiran selama 2 tahun. Sebanyak 605 anggota gelombang ke dua menjalani pembekalan sebulan di Pusat pendidikan kesehatan komando Pembina doktrin pendidikan dan latihan TNI angkatan darat serta resimen induk kodam jaya. Mereka mendapatkan materi bela Negara, kemampuan medis dan non medis. Mereka di tempatkan di 14 propinsi misalnya Puskesmas Dapalan, Kepulauan Talaud Sulawesi Utara, Puskesmas Doreker, Raja Ampat, Papua Barat dan Puskesmas Wonrelli, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku. Gelombang sebelumnya berjumlah 142 orang dan ditempatkan di 9 provinsi yang diberangkatkan di bulan mei yang lalu. Masa dua tahun ini dinilai terlalu singkat untuk membangun kesehatan di daerah. Kebutuhan tenaga kesehatan sulit terpenuhi jika mengandalkan program 2 tahunan karena itu perlu membuka lowongan jadi Aparatur Sipil Negara pada anggota Nusantara Sehat dengan syarat masa pengabdian di daerah pinggiran ditambah 5 tahun. Tinggal sekarang yang perlu dilakukan adalah evaluasi program, melihat perubahan perilaku masyarakat, apakah jadi lebih bersih dan sehat atau tidak.